Ikhtishar

Laman ini berisi artikel atau tulisan tentang literasi lektur yang dikutip dari berbagai media.

Sebelum Anda mengerti Tulisan Jawi (Arab Melayu), Anda wajib mengetahui Transliterasi untuk membaca Naskah Nusantara.

Berikut Kami sediakan Pedoman Transliterasinya.

Choirul Fuad Yusuf, “Lektur dan Khazanah Keagamaan: Prospek Pengembangannya”

Lektur keagamaan klasik adalah karya produk lama dan merupakan benda cagar budaya, seperti yang sudah berusia lebih dari 50 tahun, atau lektur yang memuat substansi lama, walau baru dicetak atau ditulis, seperti mitologi, dongeng, legenda, musik klasik, karya naskah monumental para ulama Nusantara. Sedang karya lektur kontemporer adalah karya produk masa kini (contemporary works), atau karya yang secara waktu maupun substantif dinilai masih memiliki tingkat aktualitas tinggi dan relasi watu kekinian.”.

Penemuan Naskah Tarjuman Al-Mustafid: Bukti Gemilangnya Tradisi Ilmu Islam Orang Melayu Nusantara dan Hubungan Akrab dengan Utsmaniyyah.

Penemuan naskhah asal *Tarjumān al-Mustafīd* – tafsir al-Quran lengkap pertama dalam bahasa Melayu Jawi – di Universiti Uludag, Bursa, Turkiye, merupakan satu perkembangan ilmiah yang sangat besar maknanya kepada dunia pengajian Islam Nusantara. Karya agung hasil tangan ulama Aceh terkemuka abad ke-17, Sheikh ‘Abd al-Rā’ūf al-Fansūrī (1615–1693), bersama muridnya Bābā Dāwūd al-Rūmī, ini telah sekian lama menjadi rujukan penting, namun sumber manuskrip asal yang menjadi asas cetakan pertama di Istanbul (1884) dianggap hilang selama hampir 140 tahun.

Fiqih Munakahat

Belajar Fikih Munakahat dalam Manuskrip dari Marawi (Filipina) yang berjudul “Tertib Nikah Laki Bini” bersama Kang Oman.

Lihat Video